Apa Itu Affiliate Marketing?

Sekarang ini bisnis affiliate marketing semakin diminati oleh berbagai kalangan, terutama oleh mereka yang fokus bergerak di dunia internet marketing.

Sebenarnya apa sih affiliate marketing itu?

Affiliate marketing berasal dari kata:

  • Affiliate: Pertemanan/ keanggotaan
  • Marketing: Pemasaran

Maka jika diartikan secara bebas, affiliate marketing adalah sebuah jenis pemasaran produk/ jasa yang dilakukan dengan dan atas dasar pertemanan/ keanggotaan.

Dimana seorang affiliate marketer akan mendapatkan penghasilan dari komisi atas produk/ jasa yang berhasil dijualnya.

Sebagai contoh:

Pak Joko mempunyai usaha di bidang permebelan. Dalam meningkatkan omset penjualannya Pak Joko dibantu seorang affiliate marketer bernama Pak Bowo. Dalam membantu menjualkan mebel ini, Pak Bowo melakukan promosi dengan cara beriklan di media sosial seperti facebook, twitter, dll.

Nah, ketika nanti dari iklan tersebut ada yang tertarik dan mau membeli mebel Pak Joko, maka Pak Bowo berhak mendapatkan komisi dari Pak Joko selaku pemilik produk tersebut.

Semakin banyak mebel yang terjual, maka semakin banyak pula komisi yang didapatkan oleh Pak Bowo.

Bagaimana, sudah ada gambaran?

“Wah kalau itu sih namanya makelaran dong?”

Ya, benar…

Memang prinsip dasar bisnis affiliate marketing sebenarnya sama saja dengan bisnis makelar di dalam dunia nyata. Dimana penghasilan yang kita dapatkan berasal dari komisi atas penjualan yang terjadi.

Akan tetapi meskipun sama-sama mendapatkan penghasilan berdasarkan komisi dari pemilik produk, ada beberapa hal yang membedakan antara affiliasi marketing dengan profesi makelar.

Apa saja perbedaannya?

Berikut Ini Perbedaan Bisnis Affiliate Marketing dengan Bisnis Makelar:

  • Sistem Keanggotaan
  • Sistem penjualan
  • Berbasis online

Sistem Keanggotaan, yang berarti seorang affiliate marketer hanya bisa membantu menjualkan sebuah produk/ jasa, setelah dia menjadi anggota dari pemilik produk/ merchant tersebut.

Ini berbeda dengan bisnis makelar.

Dimana dalam bisnis makelar tidak disyaratkan adanya sistem keanggotaan. Sehingga siapapun berhak ikut menjualkan produk/ jasa orang lain.

Kemudian yang kedua,

Sistem Penjualan, yaitu sistem yang dibuat oleh merchant agar proses penjualan yang terjadi bisa mengikuti alur/ prosedur yang sudah ditetapkan.

Ini sangat membantu bagi para affiliate marketer.

Karena dengan adanya sistem ini, kita tidak perlu lagi repot memikirkan proses penjualan produk/ jasa yang kita tawarkan. Dari mulai mengumpulkan data pelanggan, nama, alamat, menyiapkan produk, menghitung ongkos kirim, dan lain sebagainya.

Kita juga tidak perlu memiliki customer service yang bertugas melayani pertanyaan-pertanyaan dari calon pembeli. Karena semua sudah disiapkan oleh merchant.

Tugas kita sebagai affiliate marketer hanyalah mencari calon pembeli, dan kemudian mengarahkanya untuk membeli produk/ jasa affiliate yang kita ikuti. Sudah.

Sesederhana itu.

Dan lalu yang ketiga adalah,

Berbasis Online, dimana setiap proses pendaftaran, penjualan dan pembagian komisi yang ada dilakukan secara online. Sehingga bisa dengan mudah dilakukan oleh setiap orang dari berbagai tempat asalkan masih terkoneksi dengan internet.

Itulah mengapa bisnis affiliate marketing ini semakin diminati oleh berbagai kalangan. Karena disamping cara kerjanya yang sangat sederhana, kita sebagai affiliate marketer juga bisa mendapatkan penghasilan yang sangat besar. Mengingat bisnis affiliate marketing ini memiliki pangsa pasar yang jauh lebih luas jika dibandingkan dengan bisnis yang dilakukan dengan metode offline.

 

Oke, Sekarang Saya Sudah Tahu Apa Itu Affiliate Marketing. Lalu Bagaimana Memulainya?

Pertama, kita harus mendaftarkan diri sebagai affiliate marketer kepada pemilik produk (merchant) agar kita bisa menjualkan produk-produk mereka.

Prosesnya tidak memakan waktu lama. Biasanya kita diminta memasukkan username, password, nama lengkap dan alamat email serta nomer rekening bank yang kita miliki.

Jika proses pendaftaran tadi diterima oleh merchant, nanti akan ada konfirmasi yang dikirimkan oleh merchant melalui email. Dan selanjutnya kita akan diarahkan menuju link tertentu untuk mengaktifkan keanggotaan kita.

Ada banyak merchant yang bisa kita ikuti dalam menjalankan bisnis affiliate marketing ini. Beberapa situs yang sering direkomendasikan antara lain: Ratakan, Idaff, Lazada, Billionaire Store, dan sebagainya.

Yang kedua, setelah kita resmi menjadi affiliate marketer pada merchant yang kita ikuti, langkah selanjutnya adalah memilih produk yang akan kita jual.

Produk-produk ini biasanya berada di halaman member. Untuk bisa masuk ke halaman member ini nanti kita diminta memasukkan username atau email beserta password yang sudah dituliskan saat proses pendaftaran.

Banyak orang yang sudah bisa merasakan kesuksesan dari bisnis affiliate marketing ini. Mereka bisa meraup puluhan bahkan ratusan dollar dalam setiap bulannya.

Tak sedikit dari mereka yang menjadikan affiliate marketing ini sebagai media untuk mendapatkan passive income, karena bisnis dengan model seperti ini bisa tetap berjalan bahkan ketika kita sedang tidur sekalipun.

Namun begitu, yang tetap harus kita ingat adalah,

Bahwa meskipun bisnis model affiliate marketing ini relatif mudah untuk dikerjakan dan membuka peluang untuk mendapatkan penghasilan yang sangat melimpah, itu bukan berarti kesuksesan akan bisa kita peroleh hanya cukup dengan mendaftarkan diri menjadi affiliate marketer saja.

Bisnis ini membutuhkan komitmen yang kuat dari pelakunya. Kesuksesan bisnis affiliate marketing tidak bisa diperoleh hanya dalam waktu sekejap. Sebagaimana bisnis yang lain, bisnis ini tetap butuh upaya yang sungguh-sungguh dan bersifat terus-menerus.

Sebagaimana layaknya para pemasar, kita sebagai seorang affiliate marketer tetap harus melakukan ikhtiar agar produk/ jasa yang kita tawarkan bisa terjual.

Mulai dari mencari calon pembeli, promosi dan menjelaskan manfaat dari produk/ jasa yang kita jual.

Jangan terkecoh dengan iklan-iklan menyesatkan yang menawarkan kesuksesan dan kekayaan instan.

Ingat,

Seinstan-instannya mie instan, tetap saja butuh proses agar bisa dinamakan mie instan.

???

***************************************

Shilahkan SHARE artikel ini jika dirasa bermanfaat melalui tombol social media yang tersedia (Facebook, Twitter, dll)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *